Cara Menentukan Harga Jual di Toko Sembako

warung sembako (ytimg.com)

Dunia Bisnis - Banyak pemula yang belum tau cara menentukan harga jual. Jadi kali ini kita akan ngomongin tentang cara menetukan harga jual.

Harga jual yang murah merupakan hal yang disukai pembeli. Harga jual yang murah merupakan kunci sukses dalam menjual apapun, bisa sebuah barang maupun jasa.

Jadi, Bagaimana dong cara menentukan harga jual di toko sembako ?

Mungkin untuk pemula kita masih bingung ya bagaimana cara menentukan harga jual barang di toko sembako. Kalau kita tidak tahu caranya, bisa-bisa nanti malah kemahalan atau terlalu murah.

Padahal menentukan harga jual ini adalah pengetuan basic yang harus dimiliki ketika Anda mau membuka usaha toko sembako. Apabila dari awal toko Anda sudah dicap mahal, maka nantinya akan sulit untuk mengembangkan toko sembako Anda.

Baca juga: Barang yang Harus Ada Saat Memulai Usaha Rumahan Toko Sembako

Ok.. Ada 4 cara atau strategi untuk menentukan harga di toko sembako.

Yuk kita bahas satu persatu.

1. Menentukan Harga Jual dengan Mengikuti Harga  Umum di Wilayah Sekitar

Ini adalah cara yang paling mudah untuk menentukan harga jual. Misalkan beras merek 'Mawar' di wilayah Anda Rp 11.000 per kg. Ya ikuti aja harga tersebut.

Atau harga rokok 'Sampoerna mild' harganya Rp 22.500,- Pasti semua orang sudah tau kalau harganya memang segitu.

Misal harga gas LPG,  di suatu wilayah bisa berbeda-beda, kadang kalau memang pas LPG langka, maka harga bisa naik lho.

Jadi ya ikutin itu aja harga sekitar.. toh itu sudah menjadi harga yang normal.

2. Menentukan Harga Jual dengan Mengikuti Harga  dari Produsen

Ada juga barang yang harganya itu sudah ditentukan oleh produsennya. Disitu biasanya sudah dituliskan harga ecerannya. Biasnya harga udah dicantumkan lewat iklan. Ada juga yg sudah dituliskan di kemasan.

Contohnya produk 'Masako' di iklan kan udah dijelaskan harganya Rp.500,-. Ya ikut itu aja harga itu. Pasti udah dapat untung kok.

3. Menentukan Harga Jual  dengan Metode Pembulatan

Harga pembulatan ini adalah harga pembulatan dari harga beli atau modal. Misalya nih ya.. mie instan harga kulakannya Rp 2.150,-  Nah kita bisa jual dengan harga Rp 2.500.

Atau misalkan harga sebuah minuman sachet  kulakannya Rp 1.100,-. Maka harga jualnya bisa kita jual  Rp 1.500,-.

Baca juga: Usaha Rumahan - Cara Memulai Usaha Toko Sembako atau Toko Kelontong

4. Menentukan Harga Jual dari Berapa Persen Keuntungan yang Diinginkan

Untuk menentukan harga dengan presentasi keuntungan ini dibagi jadi dua tipe. Pertama yaitu barang yang cepat laku seperti pulsa, gula, dan beras. Kita bisa ambil untuk 5% sampai dengan 10%.

Misal harga belinya 10.000 maka 10% x 10.000 = 1000, maka kita ambil saja untung 1000 tadi, jadi harga jualnya Rp 11.000,-.

Misalkan gula, harga kulakan perkilonya Rp 10.000,-. Kita ambil untung 5% saja.   Jika kita kalikan yaitu 5% x Rp 10.000 = Rp 500. Jadi kita jualnya Rp 10.500,-.

Yang kedua, yaitu tipe barang yang lakunya lama, contohnya sapu lantai, sendal, dan sepatu. Ini kita bisa ambil untung 20% sampai 30% dari harga belinya.

KESIMPULAN


Kesimpulannya adalah ada 4 cara untuk menentukan harga jual di toko sembako yaitu:

1.       Menentukan harga jual dengan mengikuti harga  umum yg berlaku di wilayah sekitar
2.       Menentukan harga jual dengan mengikuti harga  yg sudah ditentukan oleh produsen
3.       Menentukan harga jual  dengan metode pembulatan
4.       Menentukan harga jual dari berapa persen keuntungan yang kita inginkan

Jika temen-temen mempunyai teknik atau cara lainnya, silahkan tuliskan di kolom komentar. Supaya bisa dibaca oleh temen-temen lainnya dan menambah wawasan kita semua.

Assalamualaikum… 

Tonton video-nya juga ya...

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ide Bisnis Rumahan - Online Shop Baju Syari

Barang yg Harus Ada Saat Mulai Usaha Toko Sembako